SEMULA DI TOLAK KINI KE 7 ATLIT TAEKWONDO LAMTENG MENOLAK TAWARAN IKUTI UKT SUSULAN

SEMULA DI TOLAK KINI KE 7 ATLIT TAEKWONDO LAMTENG MENOLAK TAWARAN IKUTI UKT SUSULAN

Gunung Sugih Lamteng, Limamenitnews.Com

Delapan atlet taekwondo asal Lampung Tengah menolak ikut Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Dan/Poom susulan yang digelar Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Lampung pada 23 Januari 2022 di Bandarlampung.
Pasalnya, pihak PengProv Lampung Tidak Mengeluarkan Surat Resmi patut di duga Gelaran UKT susulan ini hanyalah Akal-akalan semata dan Keabsahan atau LEGALITAS SERTIFIKAT Meragukan.
Sebagai mana di Ungkapkan Andi Antoni, Orang Tua/Wali dari salah seorang Atlit memaparkan
Kita menolak karena beberapa sebab. Yakni tidak ada panggilan untuk atlet, lalu minta UKT diadakan di Lampung Tengah dan anak-anak asal Lampung Tengah yang sebelumnya sudah UKT, disuruh UKT lagi. Kata pengprov ya tidak bisa kalau seperti itu, terang Andi, di lanjutkan Pak.Andi, Sejatinya pihaknya tidak menolak tawaran tersebut.

“Bukannya kami selaku orang tua menolak untuk ikut susulan UKT di Bandar Lampung pada 23 Januari 2022 yang ditawarkan Pengkab TI Lamteng versi tunjukkan dari Pengprov TI Lampung. Akan tetapi yang dikhawatirkan para orang Tua atlet, kami hanya dijadikan alat untuk melegalkan kepengurusan Pengkab TI Lamteng hasil tunjukkan pengprov. Selain itu juga, kami khawatir keabsahan sertifikat UKT ini nantinya tidak legal di kemudian hari, terlebih jika ada yang menggugat, pungkas Andi.

Selain itu, lanjutnya, pihak orang tua siswa mengaku janggal lantaran Pengprov TI Lampung tidak mau bersurat secara resmi untuk UKT susulan. “Karena kami berpendapat organisasi TI adalah organisasi yang besar dan transparan, tandas nya.
Adapun sebelumnya, pihak Kami pernah dihubungi oleh ketua Pengkab TI Lamteng versi tunjukkan pengprov pada tanggal 21 Januari 2022 pukul 10.00 WIB.

Kemudian, Andi menanyakan surat undangan untuk UKT susulan. “Tapi ketua pengkab versi pengrov tidak bisa menjawabnya,” bebernya.
berdasarkan Informasi dan Keterangan di lapangan yang diterimanya soal carut marut kepengurusan Pengprov TI Lampung. “Sudah bukan rahasia lagi. Bahkan kepengurusan yang saat ini, berlaku Arogan dengan memberhentikan para pelatih di pengkab-pengkab tanpa alasan jelas atau tidak masuk akal, kata Andi.
Untuk itu Kami, tidak akan main-main untuk menindak Lanjuti, mengadukan permasalahan ini ke pengurus Pusat agar Permasalahan dapat di Respons dan di tindak sesuai Peraturan dan Perundang Undangan baik Secara Organisasi Interen (TI) Maupun Undang Undang yang berlaku di NKRI ini karena Kami merasa di Dzolimi Tandas Andi Antoni ,SP.MM. di tambahkanya.

Kami tetap akan berangkat ke Jakarta (pengurus pusat). Kami juga didampingi 9 LBH/lawyer Daerah dan Nasional dalam mengadukan permasalahan ini. Karena kami ingin, organisasi TI yang merupakan salah satu organisasi resmi yang ada di daerah dapat di benahi dan Profesional pungkasnya.(HR.Jaya)