LAMPU “HIJAU” BUAT KE 7 TAEKWONDO ASAL LAMTENG UNTUK BISA KEMBALI IKUT UKT

LAMPU “HIJAU” BUAT KE 7 TAEKWONDO ASAL LAMTENG UNTUK BISA KEMBALI IKUT UKT

Limamenitnews.com, Lampung-Tengah

Buntut dari bergulirnya Permasalahan Ke 7 Atlit Taekwondo Lampung-Tengah yang di Jegal tidak bisa mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dan KUKIWON, Akhir nya mendapat Lampu Hijau, yang mana Hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP)antara, Wali Anak Didik, Pelatih, Koni dan Pengkab (TI), Komisi IV pada Rabu (19/1/2022) di Gedung DPRD Lam-Teng, Menelurkan Kesepakatan Semua Pihak sepakat untuk memperjuangkan dan atau menggelar Susulan UKT/KUKIWON bagi ke 7 Atlit Taekwondo Berprestasi Asal Lam-Teng.
Ketua Komisi IV, M.Saleh Mukadam,SH. di dampingi Sekretaris, Rasyid, Anggota Komisi IV, Jauhari Subing dan Hendri Menandaskan Ketujuh Atlit berprestasi tersebut tidak ada alasan untuk tidak bisa mengikuti UKT/KUKIWON, adapun Teknis nya Kita akan ajukan ke Panitia atau Dewan Juri yang berkompeten agar Atlit Taekwondo Indinesia Asal Lampung atau Lampung Tengah yang sudah terlebih dulu mengikuti UKT DAN/KUKIWON pada Tanggal 8-9 Januari Lalu kiranya Pengumumanya di Pending dulu menunggu Ujian Susulan ke 7 Atlit Asal Lamteng yang sempat tertunda, Demi Rasa Keadilan dan Kebersamaan, adapun kedepan Kita ingatkan bagi PengProv (TI), Lampung kiranya Pristiwa ini tidak terulang Kembali Tandas, Ketua Komisi IV.
Senada di Ungkapkan, Hendro Ketua Pengkab (TI) dan Dwi Ketua KONI Lampung-Tengah Kedua Pimpinan Wadah yang Berkompeten di Dunia Olah Raga/Taekwondo sepakat akan memperjuangkan dan mensukseskan hasil Kesepakatan pada RDP.

Bahkan Hendro Ketua Pengkab Taekwondo Lamteng, di Hadapan Orang Tua Anak didik, dan Pelatih berjanji dirinya akan Mundur manakala ke 7 Atlit gagal Kembali untuk bisa mengikuti Ujian Susulan UKT DAN/KUKIWON, tandas Hendro. di Kesempatan yang sama Andi Antoni salah satu Wali, merasa bersyukur dan Terimakasih atas Respons dan Sikap semua pihak yang sepakat akan memperjuangkan Hak dan Prestasi ke 7 Atlit Taekwondo Indonesi di Pengkab Lamteng, pungkas Antoni, di tambahkanya Keputusan Pihak Pengprov yang Menjegal Hak ke 7 Atlit berprestasi untuk mengikuti UKT, di Karenakan tidak mau Meminta MA’AF, sehingga tidak di Keluarkan REKOMENDASI, hal tersebut tidak di atur dan atau tercantum di AD/ART, terang Antoni.(Jaya)