DINAS KEMENSOS LAMTENG MASIH LAKUKAN PENYALURAN BPNT BERUPA SEMBAKO, TAK PATUHI INSTRUKSI KEMENSOS TRI RISMAHARINI

DINAS KEMENSOS LAMTENG MASIH LAKUKAN PENYALURAN BPNT BERUPA SEMBAKO, TAK PATUHI INSTRUKSI KEMENSOS TRI RISMAHARINI

Lamteng-Limamenitnews.Com

Mentri sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini, pada Desember 2020 lalu mengatakan akan melakukan evaluasi penyaluran Bantuan pangan non tunai pada awal 2021, karena pihaknya banyak mendapat laporan tentang penyaluran BPNT disejumlah daerah di Indonesia tidak sesuai dengan nilai uang yang diterima KPM.

Ini akan dihentikan, selanjutnya disalurkan dalam bentuk tunai perbulan Keluarga penerima manfaat masing masing menerima uang tunai Rp 200,000 setiap bulan.

Para KPM mereka membelanjakan uang tersebut sesuai kebutuhan masing masing dan tidak ada lagi penyaluran berupa sembako kata Mensos pada waktu itu dihadapan wartawan.

Tapi tidak demikian dilampung tengah penyaluran BPNT masih seperti tahun lalu yakni penyaluran masih berupa sembako dan masih dikuasai suplayer ,E-Warung hanya menyalurkan saja dan tidak turut menyediakan sendiri bahan sembako tersebut.

W-Warung dilampung tengah rata rata tidak memiliki warung sembako sendiri hanya berupa bangunan kosong dan rumah rumah untuk sekedar melayani para KPM.

Salah seorang tokoh masyarakat Simbarwaringin kecamatan Trimurjo Lampung tengah, mengatakan pihaknya sangat prihatin melihat kenyataan di lapangan pemerintah kecamatan sepertinya ada main dengan pihak suplayer makanya tidak ada tindakan sama sekali dan terkesan pembiaran kata tokoh masyarakat yang berinisial SY tersebut.

Dia juga mengaku melihat sembako yang di bagikan ke masyarakat itu itu saja, tidak ada perbedaan dari bulan kebulan.

Sembako yang di bagikan yakni beras 10kg, telor 1 kg, kentang, kacang hijau dan buah pir, jika dihitung jumlah tidak sampai Rp 200000,-apalagi harga beras dipabrik saat panen cuman Rp 8000, per kgnya.

Jika penyedia sembako masih di tangani suplayer siapa yang mendapat keuntungan? Ujar SY.

Kami sangat menyangkan pemerintah Lampung tengah, khususnya camat sepertinya tidak ada niatan untuk memperbaiki sistem penyaluran supaya bantuan BPNT benar benar bisa dinikmati oleh masyarakat khususnya masyarakat penerima manfaat.

Di Simbarwaring penyaluran BPNT masih seperti tahun lalu, penyaluran BPNT bulan Mai 2021 di kelurahan simbarwaring sebanyak 170 Kpm dengan total beras yang dibagikan 10 kg per KPM, jika harga beras yang dibeli suplayer harga Rp 8000 per kg dan disalurkan dengan harga Rp 10.000,- per kg berapa keuntungan suplayer dari beras belum lagi keuntungan dari bahan lain seperti minyak, telor, buah pir, kentang dan kacang hijau pastinya ada keuntungan yang diperoleh suplayer.

Hal ini tidak bisa di biarkan Bupati Lampung tengah harus segera ambil tindakan jika perlu pihak pihak yang terlibat harus diusut dan dijebloskan ke tahanan Karena telah merugikan masyarakat pungkasnya.(fandika)