BANYAK PETANI DI 3 KECAMATAN WILAYAH IRIGASI PRIMER PUNGGUR UTARA OGAH TANAM PADI DI MT APRIL DAN MEI KARENA TAKUT HAMA DAN GAGAL

BANYAK PETANI DI 3 KECAMATAN WILAYAH IRIGASI PRIMER PUNGGUR UTARA OGAH TANAM PADI DI MT APRIL DAN MEI KARENA TAKUT HAMA DAN GAGAL


Lamteng, Limamenitnews.com

Dari hasil rapat gabungan di kantor Balai pada UPTD wil II di metro beberapa waktu lalu disepakati rencana tanam padi usai panen Di MT I yang terakhir di bulan April 2021.
Dalam kesepakatan yang telah disepakati antara gabungan P3A dan Dinas pengairan yang ada di wilayah irigasi Punggur Utara, disetujui MT ini dilanjutkan tanam setelah panen petani diharuskan langsung melakukan persiapan tanam tanpa harus menunggu yang belum dipanen.
Hal ini dikatakan salah satu ketua P3A gabungan Trimo, menurutnya rapat yang diadakan setiap datang musim tanam selalu dilakukan guna untuk menjalin kebersamaan dalam menyukseskan program pemerintah terutama untuk meningkatkan swasembada pangan.
Namun demikian kendala yang dihadapi di lapangan beragam, pasalnya bagi petani terutama petani sawah mereka mempunyai perhitungan sendiri.
Terkadang mereka para petani dua akan membandingkan musim tanam di bulan bulan tertentu termasuk termasuk musim tanam dibulan April hingga Juni bagi mereka tanam dibulan tersebut kurang baik dan banyak hama.
Selaku pengurus gabungan P3A kami tetap harus mengajak supaya para petani tetap tanam kata Trimo.
Sementara salah satu petani padi di Sukajadi saat ditanya terkait hasil yang didapat nya pada panenan bulan April 2021 ia mengaku mengalami kerugian.
Apalagi kalau kami mengikuti anjuran pemerintah kami masih ragu apakah akan tanam padi atau polowija sampai hari ini 23/4 kami masih menunggu kawan yang lain.
Dia juga mengatakan pada panenan saya menggarap dengan hitungan bagi hasil dengan pemilik sawah 1/2 hektar saya hanya mendapat panen padi 2,2 ton dengan harga jual Rp 3500 perkilonya, sedangkan modal yang saya keluarkan sebesar Rp 4 juta. ujarny.(fandika)