SESEORANG ATAU SESUATU YANG LEWAT DI DEPAN KITA WAKTU SHOLAT

SESEORANG ATAU SESUATU YANG LEWAT DI DEPAN KITA WAKTU SHOLAT

Bandar Lampung, Limamenitnews.com Berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إذا صلَّى أحدُكُم إلى شيءٍ يستُرُهُ من الناسِ،فأرادَ أحَدٌ أنْ يَجتازَ بين يديْهِ، فليدفَعْهُ، فإنْ أبى فَليُقاتِلهُ، فإنما هو شيطانٌ

“Jika salah seorang dari kalian shalat menghadap sesuatu yang ia jadikan sutrah terhadap orang lain, kemudian ada seseorang yang mencoba lewat di antara ia dengan sutrah, maka cegahlah. jika ia enggan dicegah maka tolaklah ia dengan keras, karena sesungguhnya ia adalah setan” (HR. Al Bukhari 509, Muslim 505)

Jika kita pahami secara kenyataan bahwa sangat jarang bahkan tidak ada di waktu shalat, seseorang atau sesuatu yang lewat di depan KITA.

Tetapi jika kita masuk kan kedalam kenyataan sholat banyak seseorang atau sesuatu yang lewat di dalam pikiran kita.
Maka dikatakan tidak khusus di dalam sholat, atau tidak fokus di dalam sholat.

Kenapa ini bisa terjadi ?

Para AULIYA ALLAH katakan.

Tidak lain karena kita tidak memahami apa yang kita baca di waktu shalat, tidak memperhatikan gerakan di penglihatan di waktu shalat.
Karena tidak tahu Ilmu makna sholat yang sebenarnya.
Mereka mengatakan sholat adalah interaksi percakapan Hamba Allah dengan Tuhannya.

Sholat bukanlah sembahyang ( menyembah kepada sang yang )
Karena Allah itu bukan untuk disembah.
Di sembah atau tidak di sembah Allah tetap Kuasa dan maha kuasa.
Dia tidak perlu persembahan mahluk nya.

Seorang Anak Muda pernah bertanya kepada para Auliya ALLAH.
Bagaimana kita bisa berinteraksi kepada ALLAH ( bercakap-cakap ) dengan ALLAH.
Ini hal mustahil karena Allah maha Goib.

Para Auliya ALLAH mengatakan, di waktu kita di alam segala roh pernah bercakap-cakap dengan NYA

Allah SWT berfirman:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلٰىٓ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلٰى ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِينَ
wa iz akhoza robbuka mim baniii aadama min zhuhuurihim zurriyyatahum wa asy-hadahum ‘alaaa anfusihim, a lastu birobbikum, qooluu balaa syahidnaa, an taquuluu yaumal-qiyaamati innaa kunnaa ‘an haazaa ghoofiliin

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 172)

Lebih lanjut AULIYA ALLAH katakan.

Sejarah para nabi, mereka bisa bercakap-cakap pada Nya, walaupun dia tidak dapat melihat nya.
Sejarah nabi bisa bicara kepada para malaikat, yang di utus Allah.
Ini adalah bukti bahwa manusia bisa bercakap-cakap dengan sesuatu yang Goib.

Kita harus percaya dahulu dengan Al-Qur’an dan sejarah para nabi, yang ada.

Tertutup Nya manusia tidak bisa berdialog dengan ALLAH dan para malaikat, jin dan setan.
Adalah karena banyak nya dosa dosa manusia.

Maka perlu kita manusia mendekat diri kepada Allah, dengan banyak banyak beribadah kepada Allah.

Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
wa maa kholaqtul-jinna wal-insa illaa liya’buduun

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Kita juga harus belajar ilmu Ilmu yang datang nya dari Allah.
Ilmu syariat Islam yang terdiri dari : ilmu fikih, ilmu tahuid dan ilmu tasawuf.

Jika manusia tidak memahami ilmu ilmu ini maka, di waktu dia sholat masih terlihat di pikiran nya, di bayangan nya.
Mahluk mahluk yang di ciptakan Allah, di dalam pikiran nya.

Jika manusia mau mempelajari ilmu syariat Islam secara kafah.
Insyaallah apa yang diniatkan wuhsul kepada ALLAH.
Akan Allah kabulkan.
Allah tidak pernah menzolimi hamba hamba Nya yang bersungguh sungguh beribadah kepada Nya.
Allah maha pengasih lagi maha penyayang.

Wallahu alam bisawab
Wasalam wrwb .( Uta )